Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Persiapan Optimal Bandara Ngurah Rai Hadapi Nyepi dan Libur Panjang Idul Fitri 2025

 

Persiapan Optimal Bandara Ngurah Rai Hadapi Nyepi dan Libur Panjang Idul Fitri 2025

Buletindewata.id, Badung - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai siap menyambut dua momentum besar di Bali, yaitu Hari Raya Nyepi dan libur panjang Idul Fitri 2025. Dengan prediksi peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang dan penerbangan, pengelola bandara telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran operasi dan keamanan selama periode sibuk ini.

Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu momen paling dinantikan masyarakat Indonesia, dimana banyak keluarga pulang ke kampung halaman. Di Bali, perayaan ini bertepatan dengan Nyepi, hari raya umat Hindu yang menjadikan pulau Bali sunyi selama 24 jam. Kombinasi dua momen besar ini memerlukan perhatian ekstra dalam mengelola aktivitas bandara.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, melalui siaran persnya, Rabu (18/3) menyampaikan bahwa posko monitoring angkutan Lebaran akan diaktifkan selama 22 hari, mulai 21 Maret hingga 11 April 2025. Posko ini akan beroperasi 24 jam, dengan fokus pada koordinasi antara berbagai stakeholder untuk menjamin kelancaran operasional.

Langkah-langkah strategis yang diterapkan meliputi pemantauan intensif terhadap pergerakan penumpang dan penerbangan, memastikan kesiapan infrastruktur, serta menjaga komunikasi lintas instansi tetap efektif. “Kami berkomitmen memastikan seluruh fasilitas dan sumber daya berjalan optimal,” ungkap Syaugi.

Selama periode ini, bandara diperkirakan akan melayani sekitar 1,5 juta penumpang, meningkat 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Trafik penerbangan juga diprediksi naik menjadi 9.000 pergerakan pesawat, termasuk tambahan 401 penerbangan ekstra yang melibatkan maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Super Air Jet.


Persiapan Optimal Bandara Ngurah Rai Hadapi Nyepi dan Libur Panjang Idul Fitri 2025


Penerbangan tambahan ini dirancang untuk melayani rute-rute domestik populer seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, serta tujuan wisata lain seperti Lombok dan Yogyakarta.

Untuk mendukung operasional saat puncak musim libur, pihak bandara menyiapkan alokasi waktu terbang (slot time), pengaturan lalu lintas di sekitar bandara, dan penjadwalan ulang pekerjaan proyek yang dapat mengganggu kelancaran. Selain itu, sebanyak 912 personel keamanan gabungan, termasuk Aviation Security (AVSEC), TNI AU, Polres Bandara, dan Pecalang, akan berjaga di lapangan.

Pada 29 Maret 2025 pukul 06.00 WITA, seluruh operasional penerbangan di Bandara Ngurah Rai akan dihentikan sementara hingga 30 Maret 2025 pukul 06.00 WITA. Namun, petugas siaga tetap ditempatkan untuk mengantisipasi kebutuhan darurat yang mungkin terjadi.

Syaugi menambahkan bahwa penghentian operasional ini adalah bentuk dukungan bandara terhadap kearifan lokal Bali, sekaligus memastikan pengalaman Nyepi berlangsung damai.

Menyambut kebijakan pemerintah mengenai Work From Anywhere dan liburan sekolah, bandara juga mengantisipasi lonjakan penumpang yang signifikan mulai 22 Maret 2025. Dengan strategi yang matang, diharapkan semua penumpang dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman. (blt)

Posting Komentar untuk "Persiapan Optimal Bandara Ngurah Rai Hadapi Nyepi dan Libur Panjang Idul Fitri 2025"