Hari Suci Nyepi, Pengelola Kawasan ITDC The Nusa Dua Imbau Hotel Taati Aturan
Buletindewata.id, Badung - Hari suci Nyepi merupakan momen sakral bagi umat Hindu di Bali. Perayaan ini memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai bagian dari refleksi diri dan pengendalian nafsu. Tak terkecuali di kawasan wisata premium seperti ITDC The Nusa Dua, Nyepi tetap menjadi momen sakral yang dihormati dengan penuh kekhusyukan.
Sebagai upaya menjaga kekhidmatan perayaan ini, pengelola kawasan ITDC Nusa Dua memberikan himbauan kepada seluruh hotel dan pelaku industri pariwisata di wilayah tersebut untuk mengikuti aturan yang berlaku selama Nyepi. Hal ini penting agar suasana hening dan damai yang menjadi inti dari perayaan Nyepi tetap terjaga.
Pengelola kawasan menegaskan bahwa segala aktivitas di luar ruangan, termasuk di area hotel, harus dihentikan selama Hari Nyepi. Hal ini berarti tamu dilarang melakukan kegiatan di luar hotel yang dapat mengganggu suasana hening. "Kita tentu mengikuti aturan dari pemerintah dan desa adat. Kalau untuk di hotel, tamu tidak keluar hotel, penerangan juga tidak keluar, termasuk tidak menimbulkan suara - suara yang mengganggu maka tamu bisa beraktivitas seperti dbiasa di hotel," ujar General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika.
Demi kenyamanan dan kebutuhan tamu, hotel diminta untuk memastikan penyediaan fasilitas seperti makanan dan minuman sehingga tamu tetap dapat menikmati layanan tanpa harus meninggalkan area hotel.
Agus Dwiatmika menerangkan, meskipun suasana tenang dan damai menjadi prioritas dalam pelaksanaan Nyepi, namun aspek keamanan dan kenyamanan tetap menjadi perhatian utama. Untuk itu, pihaknya tetap bersiaga selama Nyepi,.dengan tetap mengoperasikan pusat pengendali Command Center untuk mengantisipasi keadaan darurat dan memastikan semua berjalan lancar.
"Kalau dalam kawasan patroli tetap dilakukan, command center tetap beroperasi. Ya semoga tidak ada hal - hal yang tidak diinginkan ya. Karena selama ini kalau ada yang urgent misalnya ada yang sakit, kita usahakan ditangani di dalam kawasan dulu di BMC, kalau perlu keluar baru kita koordinasi dengan pecalang," imbuhnya.
Selama Nyepi, pengelola kawasan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan komunitas lokal. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk memastikan keheningan dan keamanan pelaksanaan Hari Nyepi.
Penambahan personel keamanan di kawasan juga menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk menjaga ketertiban. Langkah ini mendukung pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan utama selama Nyepi yang meliputi amati karya (tidak bekerja), amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali, momen Nyepi di kawasan ITDC The Nusa Dua menawarkan pengalaman unik dan berbeda. Nyepi memberikan peluang bagi wisatawan untuk merasakan ketenangan yang jarang ditemukan di tempat lain. Selama satu hari penuh, mereka dapat menikmati suasana damai sembari menghormati tradisi dan budaya lokal.
Hotel-hotel di kawasan ini berupaya memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi tamu mereka. Dengan menyediakan berbagai layanan, seperti makanan khas Bali yang menggugah selera hingga paket meditasi atau relaksasi, wisatawan tetap dapat menikmati momen ini meski terbatas dalam ruang gerak.
Hari Nyepi tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga mencerminkan harmoni antara pariwisata dan kearifan lokal di Bali. Pengelola kawasan seperti ITDC The Nusa Dua menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pelestarian budaya dan tradisi lokal tanpa mengabaikan peran mereka sebagai destinasi wisata premium. (blt)
Posting Komentar untuk "Hari Suci Nyepi, Pengelola Kawasan ITDC The Nusa Dua Imbau Hotel Taati Aturan"